Tugas Pokok Kodim.       

Kodim 0707 / Wsb beserta unsur-unsurnya sebagai bagian integral Korem 072/Pmk melaksanakan tugas memelihara dan menegakkan kedaulatan Negara dan keutuhan wilayah NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, khususnya di wilayah Kab. Wonosobo dilakukan melaluiOperasi Militer untuk Perang (adalah kegiatan terencana yang dilaksanakan oleh satuan militer dengan sasaran waktu, tempat dan dukungan logistik yang ditetapkan sebelumnya melalui perencanaan terinci dengan segala bentuk pengerahan dan penggunaan kekuatan militer,  untuk melawan kekuatan militer satu Negara atau lebih, yang didahului dengan adanya pernyataan perang serta tunduk pada hukum perang internasional)   dan Operasi Militer Selain Perang.

1.      Perang/Pertempuran

  1. Pembinaan Ruang Pertempuran.   Menyusun dan menyiapkan ruang untuk digunakan dalam penyelenggaraan pertempuran di darat dalam rangka operasi militer untuk perang maupun operasi militer selain perang.
  2. Pembinaan Daya Tempur.   Mewujudkan daya tempur kesatuannnya yang mampu mendukung tugas pokok Kodam/Korem
  3. Pembinaan Kesiapan operasi.  Mewujudkan kesiapan kekuatan pendukung dan kesediaannya komponen cadangan serta pendukung dalam rangka penyelenggaraan OMP dan OMSP.
  4. 2.      Operasi Militer Selain Perang (OMSP)

Adalah operasi militer yang dilaksanakan bukan dalam rangka perang dengan Negara lain tetapi untuk tugas  – tugas lain seperti melawan pemberontakan bersenjata, gerakan separatis,  tugas mengatasi kejahatan lintas Negara, tugas bantuan kemanusiaan dan tugas perdamaian.   Adapun tugas OMSP meliputi  :

  1. Operasi mengatasi gerakan separatis bersenjata.
  2. Operasi mengatasi pemberontakan bersenjata.
  3. Operasi mengatasi aksi terorisme.
  4. Operasi mengamankan wilayah perbatasan.
  5. Operasi mengamankan obyek vital nasional yang bersifat strategis.
  6. Operasi melaksanakan tugas perdamaian dunia sesuai dengan kebijakan politik luar negeri.
  7. Operasi mengamankan presiden dan wakil presiden beserta keluarganya.
  8. Operasi memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta.
  9. Operasi membantu tugas pemerintah daerah.
  10. Operasi membantu Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur dalam undang – undang.
  11. Operasi membantu mengamankan tamu Negara setingkat kepala Negara dan perwakilan pemerintah asing yang sedang berada di Indonesia.
  12. Operasi membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsi dan pemberian bantuan kemanusiaan.
  13. Operasi membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan.
  14. Operasi membantu pemerintah dalam pengamanan pelayaran dan penerbangan terhadap pembajakan, perompakan dan penyelundupan. (Doktrin TNI AD, Kartika Eka Paksi, Jakarta, 2005)

Melihat wilayah Negara Indonesia begitu luas yang meliputi daratan, lautan dan udara serta begitu banyak tugas yang dibebankan  kepada TNI,  maka agar  memudahkan  dalam  pengorganisasian  maka  dilakukan pemecahan satuan menjadi tiga matra yaitu TNI-AL, TNI-AU, dan TNI-AD. TNI-AL  mempunyai tugas mengurusi atau menjaga wilayah lautan baik dari perompakan di laut maupun serangan dari laut.   TNI-AU mempunyai tugas menjaga wilayah udara guna menangkal serangan pesawat musuh. TNI-AD mempunyai tugas menjaga wilayah daratan dan sekaligus benteng terkhir dari serangan musuh.

Untuk mensukeskan tugas TNI tersebut diperlukan sebuah metode atau sistem yang bisa diandalkan dengan melihat keadaan dan kondisi Bangsa Indonesia.  Melalui proses kajian – kajian yang  panjang maka ditemukan sebuah metode yaitu Binter dan Binkomsos.

3.       Binter  (Pembinaan Teritorial)

a.       Pengertian

Adalah upaya, pekerjaan dan tindakan, baik secara berdiri sendiri maupun bersama dengan aparat terkait dan komponen bangsa lainnya untuk membantu pemerintah dalam menyiapkan kekuatan pertahanan aspek darat yang meliputi wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya serta terwujudnya kemanunggalan TNI-rakyat, yang dilaksanakan sesuai kewenangan dan peraturan perundang-undangan dalam rangka tercapainya tugas pokok TNI.

b.      Tujuan

1)      Dalam persepektif kepentingan pertahanan negara, bertujuan untuk menyiapkan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini dalam rangka memenangkan peperangan.

2)      Dalam perspektif kepentingan masyarakat, bertujuan untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat.

3)      Dalam perspektif kepentingan TNI, bertujuan untuk terciptanya tugas pokok TNI

c.       Sasaran

1)      Terwujudnya ruang juang yang tangguh berupa wilayah pertahanan aspek darat yang siap sebagai mandala perang atau mandala operasi dan mendukung bagi kepentingan operasi satuan itu sendiri dalam memenangkan pertempuran didarat.

2)      Terwujudnya alat juang yang tangguh berupa tersedianya komponen cadangan dan komponen pendukung yang sudah terorganisir secara nyata dengan segenap perangkatnya yang siap digunakan untuk kekuatan pengganda TNI untuk memenangkan pertempuran didarat.

3)      Terwujudnya kondisi juang yang tangguh berupa kondisi dinamis masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, yang tercermin dalam sikap dan perilaku yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan pancasila dan UUD 1945, bertanggung jawab dan real berkorban dalam pengabdian kepada negara dan bangsa.

4)      Terwujudnya kemanunggalan TNI-rakyat yang tangguh berupa ikatan yang kokoh dan kuat serta bersatu padunya TNI-rakyat, baik fisik maupun non fisik.

d.      Fungsi.

Binter berfungsi untuk menyelenggarakan pembinaan kemampuan teritorial, pembinaan perlawanan wilayah pembinaan komunikasi sosial dan pembinaan Bhakti TNI, yaitu

1)             Membantu Pemerintah Kabupaten/Kota dalam rangka menyiapkan potensi nasional menjadi kekuatan pertahanan aspek darat yang disiapkan secara dini, meliputi wilayah pertahanan serta kekuatan pendukungnya, untuk melaksanakan Operasi Militer untuk Perang yang pelaksanaannya didasarkan pada kepentingan pertahanan negara semesta.

2)             Membantu Pemerintah Kabupaten/Kota menyelenggarakan pelatihan dasar kemiliteran secara wajib bagi warga negara sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

3)             Membantu pemerintah Kabupaten/Kota dalam memperdayakan komponen pendukung.

4)             Membantu tugas Pemerintah Kabupaten/Kota untuk memberikan bantuan kemanusiaan, menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, rehabilitasi infrastruktur dan mengatasi masalah akibat pemogokan serta konflik komunal.

5)             Membangun, memelihara, meningkatan dan menantapkan kemanunggalan TNI-rakyat. (Mabesad, Vademikum Teritorial Angkatan Darat, (Jakarta: Staf  Umum Teritorial, 2009), hal 119)

 

e.       Metode Binter.

1)      Komunikasi sosial.   Adalah upaya, pekerjaan dan kegiatan yang diselenggarakan oleh satuan jajaran TNI guna menyampaikan pikiran dan panangannya yang berkaitan dengan pemberdayaan wilayah pertahanan di darat yang meliputi  wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya  serta membangun, memelihara, meningkatkan dan memantakan kemaununggalan TNI-rakyat.

2)      Bhakti TNI.  Adalah upaya, pekerjaan dan kegiatan yang diselenggaranakn oleh satuan TNI dalam membantu menyelenggarakan kegiatan bantuan kemanusiaan untuk menangani masalah-masalah sosial atas permintaan instansi terkait dengan penyiapan wilayah pertahanan di darat dan kekuatan pendukungnya yang dilaksanakan baik secara berdiri sendiri maupun bersama-sama dengan instansi terkait dan komponen masyarakat lainnya.

3)      Bintahwil.    Adalah upaya, pekerjaan dan kegiatan yang diselenggaranakn oleh satuan TNI dalam rangka mewujudkan kekuatan pertahan aspek darat, baik yang menyangkut wilayah pertahanan maupun kekuatan pendukung yang meiliki ketahan dalam semua aspek kehidupan  dan memiliki kemampuan dan ketrampilan serta upaya bela negara, untuk menangkal setiap ancaman  dan gangguan yang membahayakan kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI yang dilaksanakan sesuai kewenangan dan peraturan perundang-undangan.

 

f.       Lima kemampuan teritorial

1)      Kemampuan Temu Cepat dan Lapor Cepat.

Kemampuan Temu Cepat dan Lapor Cepat merupakan kemampuan untuk memperoleh keterangan secara cepat (deteksi dini) dan melaporkan dengan tepat, sehingga dapat ditindak lanjuti untuk dijadikan bahan keterangan dalam rangka cegah dini. Kegiatan yang diselenggarakan dapat dilaksanakan langsung oleh Aparat komando kewilayahan, atau secara tidak langsung dengan menggunakan Mitra Karib sebagai partner kerja Aparat Komando kewolayahan di wilayah tugas tanggung jawabnya.

2)      Kemampuan Manajemen Teritorial.

Kemampuan Manajemen Teritorial merupakan kemampuan merencanakan, mengorganisir, melaksanakan dan mengendalikan serta mengawasi kegiatan yang berkaitan dengan Ketatalaksanaan Binter (Pengumpulan data, Tabulasi data, Klasifikasi wilayah dan Laporan berkala Teritorial) untuk tingkat Koramil dan Sisrendal Binter untuk tingkat Kodim, sehingga diharapkan setiap prajurit/satuan memiliki pola pikir dan pola tindak serta landasan berpikir yang sama dalam melaksanakan penyelenggaraan Pembinaan Teritorial di wilayah tanggung jawabnya.

3)      Kemampuan   Penguasaan Wilayah.

Merupakan kemampuan untuk mengenali secara mendalam ciri – ciri potensi SDA, SDB dan SDM serta sarana dan prasarana suatu daerah, sehingga dapat mengantisipasi hakekat ancaman yang mungkin timbul dan perkembangannya, serta mampu merumuskan dan mengambil langkah/tindakan untuk pencegahan dan penangkalannya dalam rangka menciptakan Ketahanan Wilayah.

4)      Kemampuan Pembinaan Perlawanan Rakyat.

Merupakan kemampuan menginventarisasi, penyiapan organisasi pertahanan kerangka dan pelatihan bela negara bagi masyarakat, sehingga diharapkan masyarakat memiliki sikap mental, motivasi, tekad dan semangat yang kuat menghadapi segala bentuk ancaman yang timbul.

5)      Kemampuan Komunikasi Sosial.

Merupakan kemampuan prajurit Angkatan Darat dalam berkomunikasi dengan komunikan (orang per oarang) yang ada dalam masyarakat dan aparat pemerintah terkait lainnya guna terwujudnya saling pengertian dan kebersamaan yang memungkinkan timbulnya keinginan orang per orang dalam masyarakat maupun aparat pemerintah untuk berpartisipasi pada kepentingan bidang pertahanan. (Mabes TNI-AD, Bujuknik tentang Lima Kemampuan Teritorial  (Bandung, 2003) hal 19.)

4.       Binkomsos (Pembinaan Komunikasi Sosial)

a.       Pengertian Komunikasi Sosial

1)      Pengertian Umum.

Komunikasi Sosial adalah kegiatan proses interaksi antar individu dan kelompok orang dalam kehidupan masyarakat yang memungkinkan terjadinya pertukaran pesan atau hasil budaya manusia yang berupa bahasa, adat istiadat/tradisi, ilmu pengetahuan dan system nilai yang dibutuhkan atau yang dapat memberikan manfaat secara sepihak atau kedua belah pihak.

2)      Pengertian Khusus

a)      Komunikasi Sosial sebagai metoda adalah salah satu cara yang diselenggarakan oleh satuan jajaran TNI-AD yang berhubungan dengan perencanaan dan kegiatan untuk memelihara serta meningkatkan keeratan hubungan dengan segenap komponen bangsa guna terwujudnya saling pengertian dan kebersamaan yang memungkinkan timbulnya keinginan masyarakat untuk berpartisipasi pada kepentingan bidang pertahanan Negara.

b)      Komunikasi Sosial sebagai kemampuan adalah kemampuan prajurit TNI-AD dalam berkomunikasi dengan komponen masyarakat dan aparat pemerintah terkait lainnya guna terwujudnya saling pengertian dan kebersamaan yang memungkinkan timbulnya keinginan masyarakat untuk berpartisipasi pada kepentingan bidang pertahanan Negara.

 

b.      Tujuan.

Agar dapat memelihara dan meningkatkan keeratan hubungan antara TNI-AD dengan segenap komponen bangsa untuk kepentingan Pertahanan Negara.

c.       Sasaran.

Sasaran yang ingin dicapai dalam penyelenggaraan Komunikasi Sosial adalah :

1)      Terwujudnya pemahaman masyarakat tentang Pertahanan Negara.

2)      Meningkatkan daya tangkal masyarakat dalam rangka memantapkan Ketahanan Wilayah.

3)      Meningkatnya pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam program Bhakti TNI.

d.      Sifat Komunikasi Sosial

1)      Secara langsung. Dalam penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan dilakukan secara lisan atau dengan bertatap muka.

2)      Secara tidak langsung. Dalam penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan dilaksanakn melalui gambar, tulisan dan atau media masa.

e.       Peranan

1)      Sebagai sarana komunikasi untuk memelihara dan meningkatkan keeratan hubungan dengan seganap komponen bangsa serta meningkatkan kemanunggalan TNI-Rakyat dalam rangka Pertahanan Negara.

2)      Sebagai sarana sosialisasi dalam rangka menunjang tugas TNI-AD bidang pertahanan Negara.

3)         Sebagai sarana untuk menyemakan visi, misi dan interpretasi antar berbagai komponen bangsa dalam rangka pertahanan Negara. (Mabes TNI, Bujuknik Komunikasi Sosial, (Bandung, 2006) hal. 8.)

PELANTIKAN PENGURUS

GTPengurus Asosiasi PSSI Kabupaten Wonosobo periode tahun 2016-2020 akhirnya dilantik ...

PELANTIKAN PEJABAT E

Telah di laksanakan pelantikan pejabat struktural dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten ...

kapolres ucp selamat

PERINGATAN HUT TNI K

Peringatan HUT TNI ke 70 dan HUT Kodam ...

saka wira kartika nonton jend sudirman

TNI, POLISI DAN SANT

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI Ke-70, yang ...

ucapan selamat

ANGGOTA KODIM WONOSO

Sedikitnya 24 prajurit KODIM 0707 ...