Rakor Kesiapan Akhir Pemilu Tahun 2019

         Dandim 0707 Wonosobo Letkol Czi Fauzan Fadli, S.E menghadiri acara Rakor Kesiapan Akhir Pemilu Tahun 2019 yang bertempat di Ruang Rapat Krt. Mangoenkoesoemo kantor Setda Kab. Wonosobo. (08/04)
            Bupati Kab. Wonosobo Drs. Eko Purnomo, S.E.,M.M mengatakan “Langkah Pemda dalam mensukseskan Pemilu Tahun 2019 sudah mulai dilakukan sejak dini antara lain dengan meminta pihak PLN untuk tidak memadamkan listrik pada saat 17 April s.d 4 Mei 2019, menjamin PDAM untuk menyiapkan kebutuhan air bersih dan menyiapkan 259 tenaga medis dengan 3 Rumah sakit dan 24 Puskesmas.

            “Yang Kedua Semua ASN, Kepala Desa, Perangkat Desa, Badan Permusyawaratan Desa tidak berpihak dari segala bentuk pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun atau harus bersikap netral. Dalam hal pemilih belum mempunyai E-KTP dapat menggunakan Surat Keterangan yang diterbitkan dinas yang menyelenggarakan urusan kependudukan dan catatan sipil setempat.            

“Beberapa hal yang perlu diwaspadai dalam Pemilu Tahun 2019 antara lain di bidang keamanan terkait adanya ujaran kebencian atau sara maupun kampanye hitam yang diantaranya adalah politik uang, tersebarnya berita Hoax dan Netralitas ASN. Untuk mengantisipasi beberapa hal tersebut maka semua jajaran baik dari Polri, TNI, Pemerintah hingga penyelenggara Pemilu harus selalu bersinergi.”            

“Banyaknya berita bohong atau hoax yang beredar harus segera di antisipasi dengan cara terus memantau, memilah dan memilih berita yang beredar. Jajaran Camat harus segera melakukan peningkatan kewaspadaan dan memastikan proses pelaksanaan Pemilu Tahun 2019 berjalan dengan aman dan lancar, memastikan bahwa sarana dan prasarana untuk pelaksanaan pemungutan suara dan penghitungan suara sudah siap, menyiapkan tempat untuk pelaksanaan rapat pleno perhitungan suara di Kecamatan dan selalu berkoordinasi dengan penyelenggara Pemilu Tahun 2019 ditingkat Kecamatan serta dengan Polsek dan Koramil sehingga dapat terlaksana Pemilu Tahun 2019 yang aman dan damai.”           

 “Saya himbau untuk Kecamatan, Kelurahan dan Desa tidak libur serta untuk semua perangkat Pemerintahan tidak meninggalkan Wilayah Kab. Wonosobo pada h-3 sampai dengan selesainya rekapitulasi dan penetapan suara di tingkat Kecamatan yang dimulai dari tanggal 18 April 2019 sampai selesai.”            

Dandim 0707 Wonosobo Letkol Czi. Faizal Fadli, S.E. juga menyampaikan “Langkah TNI dalam mendukung suksesnya Pemilu Tahun 2019 adalah menghilangkan ego sektoral dan esprit's de corp yang berlebihan, melaksanakan kegiatan bersifat humanis dan menerapkan kepemimpinan yang membumi, menjadikan pemimpin sebagai faktor pemersatu dan mendinginkan ketegangan, membentuk forum dan posko terpadu serta membangun jalur-jalur komunikasi yang cepat melalui jalur komunikasi alternatif.”

            “Pemilu adalah salah satu titik yang dapat menyebabkan potensi gangguan menjadi gangguan nyata yang dapat mengganggu ketertiban kamtibmas. Terdapat 3 Strategi besar untuk mensukseskan Pemilu Tahun 2019 yang disiapkan TNI yaitu strategi sinergi, strategi penangkalan dan strategi kesiagaan. Kodim 0707/Wonosobo menyiagakan seluruh anggota Kodim ditambah anggota Armed 103 untuk mensukseskan Pemilu Tahun 2019.”           

“Kodim 0707/Wonosobo membagi 5 rayonisasi daerah rawan dengan pusat masing masing zona antara lain zona 1 di Kec. Garung, Zona 2 di Kec. Wonosobo, Zona 3 di Kec. Sapuran, zona 4 di Kec. Kaliwiro dan Zona 5 di Kec. Leksono.” Tegasnya.            

Kapolres Wonosobo Akbp Abdul Waras S.I.K. juga menyampaikan “Kita harus menyamakan visi dan misi untuk mewujudkan Pemilu yang aman dan damai dengan cara terus bersinergi. Polres Wonosobo menyiagakan Seluruh personel Polres Wonosobo ditambah 30 BKO Personel Brimob dan 1 Kompi Armed untuk mensukseskan Pemilu Tahun 2019 yang aman dan damai.”            

“Setiap pergeseran Logistik Pemilu diwajibkan mendapatkan pengawalan dari Polsek yang bersangkutan. Terdapat 419 Personel Polres Wonosobo yang akan dibagi di 2.953 TPS yang terdapat di Kab. Wonosobo. Perkiraan ancaman selama terlaksananya Pemilu Tahun 2019 antara lain banyaknya beredar berita hoax, saat kampanye terbuka yang sering dilaksanakan pada tempat yang tidak seharusnya digunakan untuk melaksanakan kampanye seperti di tempat ibadah, distribusi logistik yang sering terkendala cuaca dan tempat pemungutan suara yang masih banyak berada di lapangan terbuka.”            

Anggota KPU Kab. Wonosobo Dian Kartika Wulandari mengatakan “Terdapat 4.276 orang Pemilih DPTb yang keluar dari Kab. Wonosobo dan 1.065 orang Pemilih DPTb yang keluar dari Kab. Wonosobo. KPU Kab. Wonosobo terus melaksanakan sosialisasi dinilai dari 17 Agustus 2018 s.d 14 April 2019 mendatang kepada para warga masyarakat yang sudah mendapatkan hak suara untuk mengikuti Pemilu dengan mengadakan berbagai event seperti Gelar Konser Musik dan Jagongan Demokrasi yang diadakan tanggal 2 April 2019 yang lalu di Gedung Sasana Adipura serta Pemilu Run yang diadakan 7 April 2019 dengan menyasar kaum milenial.”

            “Logistik surat suara yang masih kurang adalah surat suara Presiden yang masih kurang 7831 surat, surat suara DPD masih kurang 5012 surat, surat suara DPRRI masih kurang 4192 surat, surat suara DPRD Provinsi masih kurang 384 surat dan surat suara DPRD Kabupaten masih kurang 4420 surat. Tanggal 15 s.d 16 April 2019 akan dilaksanakan distribusi surat suara dari PPK ke PPS dan tanggal 16 April 2019 dilaksanakan distribusi surat suara dari PPS ke KPPS. Anggota KPPS perlu mewasapadai beredarnya Surat Keterangan pengganti E-KTP palsu yang sangat mirip dengan Surat Keterangan asli.”            

Ketua Bawaslu Kab. Wonosobo Sumali Ibnu Chamid, S.Sos memaparkan “Total pengawas TPS yang ada di Kab. Wonosobo sebanyak 2.935 orang yang terdapat di setiap  Kecamatan di Kab. Wonosobo. Masing-masing pengawas TPS akan mendatangi 450 rumah dan menyampaikan sosialisasi tentang Pemilu yang bersih. Sampai dengan Desember 2018 Bawaslu telah melaksanakan 7.176 pelanggaran kampanye dengan mayoritas berada di tempat ibadah sebanyak 3.634 kegiatan. Sejak bulan Agustus 2018 Sampai dengan Februari 2019 Bawaslu sudah menertibkan 2801 APK. Terdapat 3 Penindakan pelanggaran yang telah dilaksanakan oleh Bawaslu dengan rincian 1 pelanggaran administrasi dan 2 pelanggaran pidana.”
Pendim0707

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *