DANDIM AJAK PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA DIJADIKAN SEBAGAI MOMEN PAMACU DAN AKTUALISASI NILAI-NIAI PANCASILA  

 “Peringatan Hari Lahir Pancasila di setiap tanggal 1 Juni ini, harus kita manfaatkan sebagai momen pengingat, momen pamacu dan momen aktualisasi nilai-niai Pancasila.

Marilah kita terus amalkan warisan mulia, para Bapak Bangsa ini, untuk kemajuan bangsa, dan sekaligus juga menjadi sumbangsih Indonesia kepada masyarakat dunia,” demikian dikatakan Insperktur Upacara, Komandan Kodim 0707 Wonosobo Letkol. Czi. Fauzan Fadli, S.E., saat membacakan sambutan Presiden dalam upacara peringatan hari lahir Pancasila, di halaman Pendopo Bupati Se

nin (4/6).

Pancasila adalah berkah yang indah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa Kepada bangsa Indonesia, melalui perenungan, pergulatan pemikiran dan kejernihan batin para Bapak Bangsa Indonesia. Pancasila pertama kali diuraikan secara jelas oleh Bung Karno pada tanggal 1 juni 1945, kemudian dituangkan dalam Piagam Jakarta pada tanggal 22 Juni 1945 dan dirumuskan secara final pada tanggal 18 Agustus 1945.

Para pendiri bangsa dari berbagai kelompok, golongan dan latar belakang duduk bersama, untuk menetapkan Pancasila sebagai pemersatu segala perbedaan. Pancasila berperan sebagai falsafah dan dasar negara yang kokoh, yang menjadi fondasi dibangunnya Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Dandim mengajak untuk selau mengingat proes besar tersebut. “Rangkaian proses besar tersebut harus selalu di ingat, dan di dalami semangatnya serta di pahami rohnya. Adalah tugas dan tanggung jawab kita untuk memastikan bahwa Pancasila selalu hadir dalam setiap sudut kehidupan serta hati dan pikiran kita,” katanya.

“Pada peringatan Hari Lahir Pancasila di tahun 2018 ini, kita harus meneguhkan semangat kita untuk bersatu, berbagi  dan berprestasi,” tegasnya.

Karena menurutnya, semangat persatuan merupakan pilar utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Kita harus terus menerus bersatu memperkokoh semangat Bhinneka Tunggal Ika. Kita harus bersatu dalam upaya kita untuk menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang besar dan bangsa pemimpin.”

Dandim menutup sambutan dengan mengatakan, semangat berbagi antar anak bangsa untuk kesejahteraan dan kemajuan bersama juga merupakan sebuah keharusan. Harus berbagi dengan memperkuat etos kepedulian, welas asih, dan saling menghargai dengan penuh empati. Dalam Peringatan tahun ini yang bersamaan dengan Bulan suci Romadhon, harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat etos peduli dan berbagi. Semangat gotong royong yang merupakan budaya luhur bangsa, harus terus dipupuk sebagai sumber energi besar Indonesia untuk menggapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

.

Pendim0707/Wonosobo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *