Antisipasi terjadinya konflik sosial

Melalui Rapat Koordinasi  Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial, tingkat  Kabupaten Pemda Wonosobo terus melakukan pencegahan terjadinya gejolak-gejolak yang ada di masyarakat.  Rakor yang diselenggarakan di Resto Ongklok jalan Wonosobo, Selasa (5/6) yang dihadiri kurang lebih 60 orang.. Wakil Bupati Wonosobo Agus Subagiyo menyampaikan atas nama pribadi dan masyarakat saya mengucapkan terima kasih atas kinerjanya selama ini kepada TNI dan Polri atas sinergitasnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban Kabupaten Wonosobo.  Muspika harus punya data sumber konflik yang mungkin bisa terjadi sewaktu-waktu. Jangan sampai terlena dengan keadaan Wonosobo yang sudah aman, nyaman, kita harus terus laksanakan pengawasan dan kontrol. Bina jaringan dengan mantap agar dapat memberikan informasi akurat, tentang perkembangan situasi yang terjadi. Perlu adanya manajemen yang baik karena yang namanya konflik bisa timbul sewaktu-waktu. Gesekan antar masyarakat baik suku, agama, ras, dapat terjadi kapan dan dimana saja. Melalui rapat ini saya harap terwujud langkah terbaik untuk meminimalisir terjadi konflik, gesekan antar masyarakat dan perlu di laksanakan deteksi dini, cegah dini untuk mengantisipasi terjadinya Konflik sosial. Letkol Czi Fauzan Fadli, S.E selaku Komandan Kodim 0707/Wsb dalam pengarahannya berharap tetap terjalin sinergitas yang mapan baik aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, sehingga konflik sekecil apapun bisa diantisipasi. Tentunya membutuhkan koordinasi yang baik dari semua lini, tentang tata cara mengatasi terjadinya konflik. Waspadai gerakan radikalisme yang ada di wilayah, tugas kita untuk mengembalikan idiologi mereka. Tidak kalah pentingnya waspadai kegiatan takbir keliling dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1439 H yang dapat memicu terjadinya konfilk. Kabag Ops Polres Kompol Sutomo  menambahkan perlunya soliditas Muspika agar dapat mengeliminir terjadinya konflik. Perlunya koordinasi yang baik antar aparat pemerintah guna mencegah terjadinya konflik sosial di lingkungan wilayah Wonosobo.  Polri sudah punya kalender Kamtibmas baik di tingkat Pusat maupun daerah. Dari Kapolri,Polri juga ada siaga Mafia pangan dalam rangka mengurangi kecurangan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Waspadai konflik antar Desa baik sebelum lebaran / setelah lebaran karena pengalaman yang sudah ada Wonosobo sering terjadi konflik antar Desa sehingga perlu kita tekankan kepada para Kades/Lurah se Wonosobo. Zaenal Sukawi dari FKUB  menerangkan waspadai proxy war karena kita tidak tahu siapa kawan dan siapa lawan. Cyber war akan sangat berbahaya karena sasarannya kekuasaan. Tetap jaga kebhinekaan karena untuk menjaga NKRI perlu kebersamaan. Perlunya kita mewaspadai potensi konflik jangan sampai kita terlena, bagaimanapun kedamaian itu lebih indah. Dengan kebersamaan keamanan bisa terjaga dan konflik sosial dapat di eliminir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *