Staf personalia kodim terbakar

Anggota Kodim 0707/Wonosobo, berusaha memadamkan api yang membakar Staf personalia Kodim 0707/Wonosobo dengan mengerahkan satu Unit Damkar. Asap yang mengepul membuat penghuni staf menjadi kalang kabut.  Semua personil dikerahkan untuk mengeluarkan barang mebeler dan arsip yang ada. Dengan kesigapan personil dan koordinasi yang baik lintas sektoral, satu jam kebakaran bisa teratasi. Semua  terangkum dalam Simulasi mengatasi Kebakaran, yang dipimpin oleh Perwira seksi operasi (Pasi Ops) Kapten Czi Sarwiyono dan Pasi Intel Kapten Inf Punidi, di halaman Makodim, Kamis (26/4). “Latihan simulasi mengatasi kebakaran, dimaksud sebagai bentuk pengetahuan tentang cara mengatasi apabila terjadi bahaya kebakaran di sekitar kita,” ujar Kapten Czi Sarwiyono saat memberikan pengarahan kepada staf kodim dan piket planton dan Provost. Lebih lanjut Kapten Czi Sarwiyono mengatakan, dengan mengambil pelajaran dari kejadian kebakaran yang sering ditayangkan di media elektronik, cetak maupun online, pada kesempatan minggu militer Triwulan IV bulan April 2018 ini, sengaja anggota Kodim 0707/Wonosobo, mengadakan simulasi bahaya kebakaran. dengan mengambil contoh apabila kantor stafpers terbakar. Pasiops memaparkan, bahwa tujuan dilaksanakannya simulasi kebakaran adalah, untuk memenuhi standar keamanan perumahan dan perkantoran terhadap bahaya kebakaran, sebagai tindakan preventif pencegahan bahaya kebakaran mengingat semakin meningkat. Komputerisasi dengan penggunaan tenaga listrik , sangat riskan terhadap terjadinya kebakaran akibat pemakaian arus listrik yang berlebih. Pastikan semua arus listrik yang tidak digunakan untuk dicabut, jika akan ditinggal  keluar kantor, ataupun usai jam kerja. “Di tempat-tempat penjagaan dan perkantoran diprotapkan selalu ada alat pemadam kebakaran seperti, tongkat besi penggait, tongkat karung goni, kotakan pasir serta APAR( alat pemadam api ringan) yang sederhana untuk mengantisipasi apabila terjadi kebakaran,” ujarnya. Sementara itu, Kapten Inf Punidi menyampaikan, kerugian apabila terjadi kebakaran tidaklah sedikit, barang – barang berharga pastinya akan raib dilalap si jago merah bahkan tidak menutup kemungkinan nyawa akan jadi korbannya. Penanganan apabila terjadi kebakaran pada kesempatan pertama yang perlu diamankan adalah personel dan materiil.Pasi Intel juga mengungkapkan, hal ini yang menjadi penekanan khusus apabila terdapat kabel listrik yang sudah tidak layak pakai, agar secepatnya diganti baru. Sehingga apabila terjadi konsleting tidak gampang terbakar dan merembet di aliran listrik yang lain dan membakar seisi kantor.“Jika akan berpergian keluar kantor atau rumah, agar se lalu mengecek elektronik maupun peralatan lain seperti kompor yang habis digunakan untuk memasak, pastikan sudah betul betul padam, dan matikan alat alat elektronik yang tidak dipakai,” tutupnya. Muhsin yang mer upakan Danton Damkar memberi contoh cara pemadaman api konvensional, dalam kebakaran kecil dengan menggunakan karung goni yang dibasahi air. Perhatikan juga dalam penggunaan karung goni, agar karung goni mel indungi badan kita dengan radius 2 meter, arah angin harus diwaspadai, pastikan karung menutup obyek yang terbakar. Tidak berbeda dengan penggunaan selang dari cara menggulung, harus sesuai prosedur agar dalam penggunaan tidak merepotkan bahkan sampai melilit. Nosel jangan sampai terbalik pemasangannya yang akan berakibat fatal bagi operator itu sendiri,ungkapnya. Pendim 0707/Wsb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *