PENGECORAN PONDASI PEMBANGUNAN MASJID AL-HUDA TIMBANG

Pengecoran pondasi dan pemasangan cakar ayam pembangunan Masjid Al-Huda Desa Timbang, Leksono, Wonosobo, Jumat(9/2), menggunakan dana Swadaya masyarakat. Pembangunan Masjid Al-Huda dengan ukuran panjang 16 meter, lebar 9 meter di tanah milik Ibu Sandiyah yang beralamat di Desa Timbang, yang sudah dihibahkan ke Desa untuk dibangun sebagai sarana tempat ibadah. Danramil-13/Le ksono Kapten Inf Samsuri besama Kades Yoga Pramono SIP, tokoh agama dan masyarakat saling berbaur berg otong royong melaksanakan pengecoran pondasi dan cakar ayam. Pelaksanaan kerja bkakti pengecoran oleh warga berkisar 70 orang dibantu 12 personel TNI, 10 personel Polri. Penyampaian Kapten Inf Samsuri mari kita laksanakan kerja bhakti ini dengan tulus ikhlas, agar pembangunan Masjid ini segera selesai. Meskipun sudah banyak Masjid dan Musholla di Desa ini, dengan bertambahnya penduduk yang rata-rata muslim, pada waktu-waktu tertentu Masjid yang ada tidak mampu menampung jamaah. Khususnya pada saat bulan Rom adhlon, Sholat Jumat dan Hari Raya. Tentunya, konsep tersebut membawa konsekuensi pada tingginya biaya pembangunan masjid yang diperkirakan bisa menelan anggaran ratusan juta. Untuk itu koordinasikan dengan baik sesama panitia pembangunan, agar Masjid cepat selesai dan segera bisa dipaka i sebagai sarana beribadah, pungkasnya. Yoga Pramono SIP selaku Kepala desa Timbang membenarkan penyampaian dari Danramil. Berbagai upaya penggalangan dana telah ditempuh. Menyebarkan proposal dan surat kesediaan menjadi donatur tetap belum menghasilkan dana yang diharapkan. Kini, panitia memfokuskan pada penggalangan dana ke warga setempat. Walau mung kin hasilnya tak sebesar bantuan dari pihak luar, namun dana rutin itu diharapkan akan mempercepat proses pembangunan. Sedang sampai saat ini dana dari Desa dan Swadaya masyarakat sudah terkumpul Rp. 600 juta. itu semua kerja keras seluruh panitia pembangunan yang selalu berkoordinasi dengan perangkat dan lembaga desa. Apabila ada dermawan dari luar yang mau menyisihkan sebagian hartanya demi lancarnya pembangunan Masjid, dari seluruh panitia sangat berterima kasih dengan ucapan Jazakumulloh khoiron katsiro sebagai tabungan akhirat. Kepada ibu Sandiyah selaku Kades saya ucapkan banyak terima kasih atas tanah yang sudah dihibahkan. Semoga amal Ibu Sandiyah mendapat imbalan yang berlimpah dari Alloh SWT yang berlipat ganda. Slamet salah satu tokoh agama berujar banyak yang mengisi amal tentunya isinya pun lebih banyak dari biasanya. Dan yang penting, lanjut warga itu,   “Saya mengajari anak untuk beramal dan bertanggung jawab terhadap pembangunan masjid.” Menurutnya, pembangunan masjid bukan menjadi tanggungjawab pihak luar, Pemerintah atau pengusaha antah berantah tetapi menjadi beban warga sekitar. Toh, kita juga akan memanfaatkan masjid tersebut. Amal masjid itu akan menumbuhkan kesadaran untuk beramal dan kesadaran bahwa tanggung jawab pembangunan masjid adalah tanggung jawab bersama warga. Kesadaran seperti ini harus ditumbuhkan sejak kecil agar mental dan moral mereka dididik untuk mandiri dan tidak menggantungkan pada pihak lain. Pendim 0707/Wsb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *