PERINGATAN HUT TNI KE 70 DAN HUT KODAM IV/KE 56

kapolres ucp selamat mayor nurodin jadi irup hut tni upc hut Peringatan HUT TNI ke 70 dan HUT Kodam IV/Dip ke 65, kodim 0707/Wonosobo menyelenggarakan peringatan tersebebut dengan tema “ Bersama rakyat TNI kuat, hebat, professional siap mewujudkan negara yang berdaulat, mandiri dan  berkepribadian“, bertempat di halaman makodim dengan Inspektur upacara mayor Inf Nurodin.  Peringatan HUT TNI kali ini dimeriahkan dengan pertunjukan kesenian tradisional kuda lumping dan nonton bareng TNI dengan Polri dan santri se Ponpes Kab Wonosobo di Dieng Cinema dengan judul film Jendral Sudirman.  (5/10). Pada kesempatan tersebut kapolres Wonosobo AKBP Azis Andriansyah S.H.,S.I.K.,M.Hum berserta staf datang ke Kodim untuk memberikan ucapan selamat kepada TNI yang hari ini sedang merayakan ulang tahun.   Ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri bersatu mengamankan wilayah khususnya Kabupaten Wonosobo. Dalam sambutan presiden RI Ir Joko Widodo yang dibacakan oleh Mayor Inf Nirodin Kaminvetcaddam IV/Dip bahwa peringatan ini sebagai momentum bahwa jati diri sebagai TNI adalah tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara professional siap mewujudkan Indonesia yang berdaulat mandiri dan kepribadian. Sejarah mencatat bahwa TNI dilahirkan dari rahim rakyat. Panglima besar Jendral Sudirman menyatakan bahwa hubungan TNI dan rakyat adalah ibarat ikan dan air.  Ikan tidak dapat hidup tanpa air. Rakyatlah yang mengandung, merawat dan membesarkan TNI. Untuk itu harus ditegaskan jati diri sebagai tentara rakyat. TNI tidak boleh melupakan rakyat, TNI tidak boleh menyakiti hati rakyat, TNI tidak boleh berjarak dengan rakyat serta harus bersama – sama rakyat,  TNI menjadi kekuatan militer yang hebat, kekuatan militer yang disegani serta kekuatan yang diperhitungkan oleh bangsa – bangsa lain didunia.  TNI juga harus mampu menjaga kedaulatan NKRI, menjaga pulau – pulau terluar dan wilayah perbatasan dengan Negara lain. Sebagai bangsa yang majemuk kita harus bangga memiliki TNI,  karena TNI bisa menempatkan diri sebagai perekat kemajemukan dan menjaga peraturan Indonesia.  TNI tidak boleh tersekat-sekat dalam kotak suku, agama dan golongan dalam mengatasi kepentingan pribadi dan kelompok yang mempersatukan ras, suku dan agama dalam mewujudkan cita – cita kemerdekaan.  Bersama rakyat TNI dituntut untuk menjaga kebhineka tunggal eka-an.  Hanya dengan itu Indonesia bisa menjadi bangsa yang majemuk, yang kuat dan solid. Tugas TNI lima tahun mendatang semakin berat, karena TNI harus bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman.  Pembanguan kekuatan pertahanan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kekuatan pertahanan minimum dalam pertahanan Negara Tri Matra terpadu, akan tetapi untuk memperkuat jati diri sebagai bangsa maritim dengan membangun TNI  sebagai kekuatan maritim regional yang disegani dikawasan asia timur. Untuk menjawab itu semua maka TNI dituntut lebih siap dalam menghadapi corak peperangan masa depan ditengah kondisi geografis khas negeri kita.  Karena itu kita perlu meningkatkan kapasitas pertahanan nasional melalui pembentukan TNI yang professional.  Sebagai TNI harus benar – benar professional yaitu benar – benar  terdidik dan terlatih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *