Kodim bersama Bulog dan Pertanian serap beras rakyat

Kodim bersama Bulog dan Pertanian serap beras rakyat

DSC_0054 DSC_0055

 

Komandan Kodim (Dandim) 0707/Wonosobo, Letkol Inf Agus Muchlis Latif menegaskan pentingnya capaian target serapan beras sebanyak 7.500 Ton. Selain demi memperkuat ketahanan pangan daerah, tercapainya target tersebut memiliki implikasi signifikan bagi kesejahteraan petani. “Upaya pemerintah untuk mewujudkan swasembada beras akan mencegah terbukanya keran impor, sehingga harga di tingkat petani juga akan terjaga” ungkap Dandim di depan puluhan ketua Gapoktan dan Pemilik Penggilingan gabah, yang hadir di aula Kodim, Kamis (10/9).

Kepada para petani dan pemilik Rice Mill, Agus menyebut Bulog bersama pihak Kodim akan tetap mengupayakan untuk mengejar target penyerapan beras petani. “Target 7.500 ton belum bisa dicapai, padahal tenggat waktu 30 September tinggal 20 hari. Karena itu kita harus bisa mengejarnya”, tegas Dandim lebih lanjut. Menurut Agus, dengan serapan bulog terhadap beras petani, yang sampai awal September masih berada di angka 59,43%, dibutuhkan keseriusan pihak-pihak terkait. “Pemilik rice mill kita harapkan menyadari pentingnya menyetor beras ke Bulog, demi memenuhi target tersebut”, pinta Dandim. Hal itu, dikatakan Dandim mengingat pihak pengusaha penggilingan gabah pernah menyampaikan janji untuk mendukung penuh upaya penyerapan beras Bulog.

Pihak Bulog sendiri, melalui Wisnu selaku perwakilan gudang Sawangan, mengaku telah menyiapkan diri 24 jam melayani penjualan beras petani. “Dibantu TNI dari Kodim 0707, kita membuka gudang selama sehari penuh, bahkan sampai malam”, beber Wisnu. Namun demikian, Wisnu menjelaskan bahwa beras yang diserap gudang harus memiliki kualitas sesuai standar. “Kami hanya menerima dua jenis beras, yaitu Medium dan Premium”, terang Wisnu.

Beras jenis medium maupun premium, disebut Wisnu harus memenuhi syarat kualitatif dan kuantitatif, seperti bebas haa dan penyakit, bebas bau busuk dan bau asing lain, serta bebas baham kimia. “Harga beli untuk jenis medium ada di Rp 7.300,- per Kilogram, sementara untuk premium 15% Rp 9.000,- dan Premium 10% mencapai Rp 9.250,- per kilogram”, urai Wisnu.

Menanggapi permintaan Dandim, para petani mengaku sangat mendukung. Bahkan sebagian berharap agar ada bantuan modal, serta diizinkan menjual dalam bentuk gabah siap giling. “Kita petani berharap agar pemerintah menyediakan bantuan modal untuk meningkatkan kualitas panen, dan kalau memungkinkan, Bulog juga bersedia menyerap gabah kering”, harap Karmin, salah satu petani asal Kaliwiro.

 

Memang saat ini harga yang ditetapkan oleh pemerintah dibawah harga beras pasaran untuk wonosobo, hal ini disebabkan karena jenis beras yang ada merupakan jenis beras kualitasnya lebih baik dari pada daerah lain, sebagian daerah mengalami gagal panen sesuai hukum ekonomi barang sedikit dan permintaan banyak membuat harga naik.  Menyikapi hal tersebut upaya yang dilakukan adalah kodim bersama Bulog mengajukan ke Bulog propinsi agar bisa menaikkan harga khusus untuk beras wonosobo, langkah yang kedua Kodim, Bulog dan Pertanian siap jemput bola kepada warga yang ingin menjual beras.  Letkol Agus mengharapkan kesadaran semua pihak untuk bersama – sama menciptakan swasembada beras dengan tidak mementingkan diri sendiri demi kesejahteraan bersama.

 

Ahmad Ridho Pada September - 10 - 2015

Kategori

Uncategorized

Tags

Related Posts

  • No related posts found

Leave a Reply


PELANTIKAN PENGURUS

GTPengurus Asosiasi PSSI Kabupaten Wonosobo periode tahun 2016-2020 akhirnya dilantik ...

PELANTIKAN PEJABAT E

Telah di laksanakan pelantikan pejabat struktural dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten ...

kapolres ucp selamat

PERINGATAN HUT TNI K

Peringatan HUT TNI ke 70 dan HUT Kodam ...

saka wira kartika nonton jend sudirman

TNI, POLISI DAN SANT

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI Ke-70, yang ...

ucapan selamat

ANGGOTA KODIM WONOSO

Sedikitnya 24 prajurit KODIM 0707 ...