Beras Petani Baru Terserap 59,43 %, Kodim Buka Layanan 24 Jam

TNI bantu Bulog bantu serap beras dari petani
TNI bantu Bulog bantu serap beras dari petani

Posko siap terima beras 24 jam

Target penyerapan beras petani di Wonosobo masih jauh dari tercapai. Hingga awal September ini, baru sekitar 4000 ton beras dari petani yang bisa dibeli oleh Bulog. Komandan Kodim 0707 Wonosobo, Letkol Infanteri Agus Muchlis Latif ketika ditemui di kantornya, Rabu (9/9), menyebut kondisi tersebut terjadi karena di beberapa wilayah terjadi kegagalan panen akibat penjangnya musim kemarau. “Kita ditarget bisa menyerap 7.500 ton pada akhir Bulan September ini, namun mengingat berbagai faktor, termasuk kekeringan dan masih banyaknya beras petani yang dijual ke luar daerah, target tersebut belum bisa dipenuhi”, jelas Dandim. Demi meningkatkan serapan beras petani tersebut, Agus mengaku akan segera menggelar pertemuan dengan kelompok tani dan pengusaha penggilingan padi se-Wonosobo. “Kita rencanakan untuk mengundang kelompok tani dan pelaku usaha penggilingan padi, pada Kamis (10/9) di Makodim, untuk menyelaraskan visi capaian target tersebut, sehingga dalam waktu kurang dari 4 minggu, kekurangan sekitar 3.500 ton beras bisa diserap Bulog”, lanjut Dandim. Selain itu, dalam waktu dekat, Dandim juga menyebut akan menggelar panen raya di Teges Wetan, Kecamatan Kepil. Secara overall se-Jawa Tengah sendiri, Agus mengakui bahwa tingkat penyerapan beras petani memang masih cukup rendah. “Untuk se-Jateng, dari target 505.000 ton, baru terserap sebesar 278.000 ton, sehingga kekurangan yang harus dikejar mencapai 227.000 ton”, urai Agus. Keterlibatan pihak Kodim sendiri, dijelaskan Agus sesuai dengan perintah Presiden RI, agar TNI ikut mengamankan ketahanan pangan dalam Negeri. “Dengan pengawasan langsung TNI, kita berupaya mengurangi ketergantungan terhadap impor beras dari luar, sehingga kesejahteraan petani, serta upaya mengejar swasembada beras bisa terwujud”, pungkas Dandim. Di Wonosobo sendiri, selain membuka posko di Makodim, Agus mengaku telah menempatkan personel di gudang Bulog Sawangan. “Kita bersiaga 24 jam, termasuk di gudang Bulog agar setiap saat petani hendak menjual beras atau gabah, bisa dilayani”, pungkas Dandim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *