BULOG GANDENG TNI SERAP BERAS PETANI

Kerja sama TNI
Kerja sama TNI
DSC_0118 DSC_0123Dalam upaya menyukseskan program swasemabda pangan TNI bekerja sama dengan Bulog membantu menyalurkan gabah/beras dari Petani agar bisa dibeli oleh Bulog dengan harga yang standar.   Untuk itu pada hari kamis tanggal 13-8-2015 di Aula Kodim 0707/Wonosobo telah berlansung rapat koordinasi tentang pemantauan penyerapan gabah/beras bulog di wilayah Kodim 0707/Wsb dalam rangka mendukung pemerintah dalam meningkatkan swasembada pangan nasional dan mencari solusi yang tepat untuk mengatasi masalah/kendala dilapangan. Permasalahan yang saat ini dihadapi adalah sebagian besar petani menjual beras kepada para tengkulak dan yang paling memprihatinkan adalah terjadinya system ijon sehingga para petani tidak bisa menikmati kenaikan harga yang terjadi.  Harga sudah ditentukan oleh para tengkulak.  Untuk itu diperlukan sosialisasi dan upaya agar para petani tidak dipermainkan oleh para tengkulak. Rapat dihadiri oleh Dandim 0707/Wsb  Letkol Inf Agus Muchlis Latif,S.I.P; Kadin pertanian dan perikanan (Ir.Abdul Munir MSI); kepala Sub Dreive Bulog Wilayah kedu (Imron Rosadi) ; BPPT Jateng (Sri Rustini); BPP (badan pemeriksa pertanian) Wsb; STPP(Sekolah tinggi penyuluhan pertanian) Magelang; Koordinator PPL(Penyuluh pertanian lapangan);  Para Danramil Dim 0707/Wsb; Para Gapoktan Wsb; Babinsa Penyampaian dari Dandim 0707/Wonosobo sbb : Sesuai amanat UUD 45 bahwa TNI mempunyai tugas menjaga kedaulatan NKRI Untuk itu diharapkan para babinsa yang ada dilapangan hendaknya dengan tulus ikhlas agar benar-benar bekerja dalam membantu petani untuk mencapai swasembada pangan. “Hilangkan ego sektoral, dan jangan menonjolkan suatu kelompok selalu berkoordinasi dan evaluasi dengan dinas pertanian, bulog dan semua yang terlibat agar kedepanya semua bisa tercapai dengan baik. Kalaupun ada kendala dan hambatan dilapangan, hendaknya dicari solusi yang terbaik. Letkol Inf Agus menambahkan bahwa untuk saat ini wilayah kabupaten Wonosobo pencapaian target beras sudah 93 % dari yang ditentukan oleh pemerintah.  Dalam upaya pemenuhan target tersebut maka diharapkan adanya pemetaan wilayah yang akan melaksanakan panen Penyampaian dari Kadin pertanian dan perikanan Kab.Wsb tentang kendala dilapangan sbb : Penanaman padi sulit dilakukan secara serentak krn lahan pertanian yg terpencar. Tanah tdk terlalu luas, terpisah, terpencar sesuai kondisi tanah sebagian besar berbukit- bukit.  Keterbatasan irigasi msh mengandalkan saluran air tradisional yg di ambil dr sumber mata air.  Tenaga kerja/generasi yg kurang tertarik bekerja di bidang pertanian. Penyampaian dai Sub Divre wilayah Kedu sbb :Sesuai dengan UUD 45, pangan juga merupakan hajat hidup orang banyak. Artinya bahwa Pemerintah berkewajiban menyiapkan dan menyiadakan pangan bagi rakyatnya. Disebutkan pula oleh Kadivre Jateng bahwa Ketahanan Pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perorangan yang tercermin dari tersedianya pangan yg cukup. Sedangkan Kedaulatan pangan adalah seluruh kebutuhan pangan harus dipenuhi sendiri Secara luas Kadivre juga menjelaskan secara rinci tentang Bulog, peran dan tugas dan tanggung jawabnya, khususnya untuk Bulog Divisi Regional Jawa Tengah. Setelah adanya MOU percepatan optimalisasi pengadaan pangan antara Kementan dengan TNI AD diharapkan para ada peningatan hasil panen dan daya serap Bulog akan meningkat. Diharapkan para Gapoktan mau menjual hasil panennya ke Bulog. Sehingga target 500 ribu ton beras dapat terpenuhi. Adapun persyaratan untuk menjual gabah ke Bulog adalah surat rekomendasi dari pemerintah daerah setempat ; surat permohonan menjadi MKP ditunjukan kepada Kadive / Kasubdive; daftar nama dan alamat petani anggota Poktan / Gapoktan sesuai KTP yang dibuat oleh pengurus Poktan/Gapoktan;  keterangan lokasi dan luas lahan yang dikuasai yang dikeluarkan  oleh pemerintah desa/kecamatan setempat; Poktan / Gapoktan yang telah memiliki sarana penggilingan / pengolahan dapat ikut dalam pengadaan gabah beras.   Harga beras kualitas Premium I harga Rp 7.700 sedang gabah kering giling (GKG) Rp 4.600.  untuk yang membutuhkan keterangan lebih lanjut wilayah wonosobo bisa menghubungi  M Widasa Wisnu ( hp 081393005789 ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *